Tanaman Seledri (Apium graveolens)

Tanaman Seledri (Apium graveolens) – Tanaman Seledri (Apium graveolens) termasuk tanaman rempah pelengkap bahan masakan dalam berbagai jenis makanan. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia. Seledri merupakan tanaman yang banyak tumbuh dan ditemui di dataran tinggi dengan ketinggian diatas 900 mdpl.

Tanaman Seledri (Apium graveolens)

Tanaman Seledri (Apium graveolens)

Tanaman Seledri

Tanaman Seledri (Apium graveolens) memiliki tangkai daun yang menebal dan untuk pertumbuhannya seledri membutuhkan suhu udara yang cukup lembab, seledri yang banyak ditanam dan dipakai adalah seledri daun. Seledri tumbuh tegak, dengan tinggi kira-kira 50 cm dengan aroma yang khas, berbatang persegi,beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun seledri menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 2-7,5 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit dengan panjang 2-7,5 cm dan lebar 2-5, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih, mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan.

Tanaman Seledri (Apium graveolens) dipanen setelah berumur 6 minggu sejak ditanam. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap, sedangkan daunnya digunakan untuk penyedap sup dan jenis makanan lainnya. Jika seledri ditanam di daerah tropik, ukuran batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat dari Seledri

Akar seledri berkhasiat meningkatkan enzim pada organ pencernaan dan peluruh saluran kemih ( diuretik ), sedangkan pada biji seledri dimanfaatkan sebagai perda kejang ( antipasmodik ), menurunkan kadar asam urat dalam darah, antirematik, peluruh kentut ( karminatif ), afrodisak dan penenang ( sedatif ). Pada daun seledri memiliki bau yang khas, rasanya manis, sedikit agak pedas dan sifatnya menyejukan. Daun seledri bersifat tonik, meningkatkan enzim pada pencernaan ( stomatik ), menurunkan tekanan darah ( hipotensif ), menghentikan pendarahan (hemostatis), peluruh kencing ( diuretik ), melancarkan datangnya menstruasi serta meredakan sakit haid, peluruh kentut, membantu tubuh mengeluarkan kadar asam urat tinggi, membantu membersihkan darah dari racun makanan dan minuman serta memperbaiki fungsi kerja hormon yang terganggu.

Senyawa kimia yang dimiliki seledri :

Seluruh bagian dari tanaman seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak asiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagine, zat pahit, vitamin (A,B dan c). Setiap 100 gr herba seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak asiri, pentosan, glutamin dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif.

Bagian yang dapat digunakan adalah seluruh bagian dari tubuh tanaman seledri mulai dari akar, biji, daun, batang daun, biji dan buah yang sudah matang.

Salah satu manfaat dari daun seledri adalah dengan cara mengonsumsi ramuan seledri. Pertama yang dilakukan adalah dengan mengambil satu ikat daun seledri kemudian setelah itu dicuci sampai bersih. Setelah itu potonglah dengan kecil ukuran dari seledri dan kemudian dimasukkan ke dalam panci. Rebuslah selama kurang lebih 10 menit dan setelah itu dinginkanlah. Anda bisa meminumnya sebanyak 1 gelas dalam sehari dan hal ini bisa membantu dalam mengurangi racun yang menumpuk untuk keluar lewat air seni. Salah satu studi yang terbaru yang dilakukan mneunjukkan hasil bahwa seledri sangat aktif dan efektif dalam membantu mengatasi penyakit kanker. Seledri diketahui mengandung kandungan paling tidak 8 senyawa anti kanker. Dan diantaranya adalah acetylenics yang memang sudah terbukti dalam membantu menghentikan pertumbuhan dan perkembangan dari sel penyakit tumor. Dan kumarin yang ada di dalam seledri bisa membantu dalam mencegah serangan radikal bebas dari sel-sel yang bisa merusak. Dan selain itu, kandungan mineral yang ada di dalam seledri mampu membantu menyeimbangkan pH yang ada di dalam tubuh yang bisa membantu menetralkan tingkat keasaman.

Untuk para atlet, mereka bisa mengonsumsi dengan cara di jus setelah mereka melakukan latihan untuk menyempurnakan latihan tonik mereka karena bisa membantu menggantikan cairan yang hilang dan rehydrates tubuh dengan kandungan mineral yang ada di dalam daun seledri. Selain itu, kandungan dari kumarin fitokimia yang ada di dalam seledri bisa membantu dalam mencegah terjadinya suatu pembentukan dan juga perkembangan dari penyakit kanker usus dan juga perut. Dan selain itu, seledri bisa menjadi pencahar alami yang membantu mengatasi terjadinya penyakit sembelit. Hal ini pastinya akan mendukung dalam mengendurkan urat saraf yang sudah bekerja dengan keeras di dalam saluran pencernaan kita.

Tanaman Seledri (Apium graveolens)

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi, Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga 1 Botol Kapsul Daun Seledri isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

This entry was posted in Seledri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>